Rabu, 31 Juli 2019

What Happen Last Night

US Dolar meski ditutup menguat topis, bergerak cenderung datar dalam kisaran sempit pada hari Selasa, sehari sebelum keputusan dari Pertemuan Federal Reserve di mana para pembuat kebijakan moenter Amerika diharapkan untuk memotong suku bunga untuk yang pertama waktu sejak krisis keuangan. Perkiraan pemotongan 25 basis poin akan ditujukan untuk mengisolasi ekonomi AS dari ketiakpastian kondisi ekonomi global dan tekanan perdagangan, berbeda dengan penurunan suku bunga oleh negara-negara yang menghadapi lebih banyak risiko yang akan terjadi. Pasar akan lebih mengawasi event Press Conference FOMC untuk mendapatkan petunjuk langkah FOMC Selanjutnya, apakah Cut Rate dini hari nanti (bila terjadi Cut Rate) adalah sebuah pemotongan suku bunga satu kali atau awal dari siklus penurunan suku bunga. * Dari laporan data US PENDING HOME SALES : RIlis .8% ~ Forecast 0.5% ~ Last 1.1% Kontrak untuk pembelian rumah yg tertunda naik lebih dari yang diharapkan pada bulan Juni, National Asosiasi Realtors mengatakan pada hari Selasa dalam sebuah laporan yang menunjukkan tingkat hipotek yang lebih rendah bisa memberikan dukungan ke pasar perumahan. * Dari laporan data US CORE PCE Price Index : Rilis 0.2% ~ Forecast 0.2% ~ Last 0.2% Pengeluaran konsumen AS naik moderat di bulan Juni, menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan inflasi yg juga melamban. * Pembuat kebijakan Federal Reserve AS tidak akan mengejutkan pasar jika mereka berhasil Memenuhi Perkraan pasar dengan memangkas suku bunga AS untuk pertama kalinya dalam satu dekade pada hari Rabu. * Donald Trump pada hari Selasa meminta Federal Reserve untuk membuat pemangkasan suku bunga yg besar, mengatakan dia kecewa di bank sentral A.S. dan yang mereka lakukan dia dirugikan dengan tidak bertindak cepat. * Donald Trump pada hari Selasa memperingatkan Cina agar tidak menunggu masa jabatan pertamanya di kantor untuk menyelesaikan setiap kesepakatan perdagangan, dengan mengatakan jika dia memenangkan pemilihan ulang pada November 2020 hasilnya bisa berupa tidak ada kesepakatan atau yang lebih buruk. * Dari data JAPAN PRELIM INDUSTRIAL PRODUCTION : Rilis -3.6% ~ Forecast -1.8% ~ Last 2.0%. Output pabrik Jepang anjlok terbesar dalam hampir 1,5 tahun terakhir pada Juni, menambah banyak indikator menunjukkan perlambatan pertumbuhan global dan efek Perang perdagangan A.S.-China berdampak pada ekonomi yang bergantung pada ekspor. * Bank of Japan menunda ekspansi stimulus pada hari Selasa tetapi berkomitmen untuk melakukannya "Tanpa ragu-ragu" jika perlambatan global membahayakan pemulihan ekonomi negara itu. * Jumlah perusahaan bangkrut di Inggris dan Wales mencapai tertinggi di lebih dari lima tahun pada kuartal kedua 2019, menurut data pada hari Selasa yang menunjukkan bisnis di bawah tekanan keuangan yang meningkat ketika Brexit mendekat. * Perdana Menteri Boris Johnson berjanji pada hari Selasa untuk memimpin Inggris keluar dari Eropa Serikat pada 31 Oktober "tidak peduli apa" seperti sterling yg bisa jatuh melemah dan Irlandia memperingatkan bahwa Uni Eropa tidak akan menegosiasikan kali kesepakatan perceraian. (HAL HAL SEPERTI INI, YG MUNCUL DARI BORIS JOHNSON YG TERUS MENEKAN PONDSTERLNG) * Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pada hari Selasa bahwa langkah selanjutnya dalam pembicaraan Brexit adalah naik ke Uni Eropa, menambahkan bahwa dia tidak ingin meninggalkan blok tanpa kesepakatan tetapi harus bersiap untuk hasil itu untuk jaga-jaga. * Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar mengatakan kepada rekannya dari Inggris Boris Johnson pada hari Selasa bahwa perjanjian penarikan Brexit tidak dapat dibuka kembali, dan bahwa rencana alternative yang “memuaskan” belum ter identifikasi. * Dari laporan EURO from German Gfk CONSUMER CLIMATE : Rilis 9.7 ~ Forecast 9.7 ~ Last 9.7. Sentimen ekonomi zona euro terus memburuk seperti yang diharapkan pada bulan Juli karena kurang optimis industri, jasa, perdagangan ritel dan konstruksi dan ekspektasi inflasi di antara perusahaan dan konsumen menurun juga. * Pembacaan data yang kurang baik dari dua negara ekonomi terbesar zona eropa (German dan Perancis) pada hari Selasa kemarin mendukung penilaian Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi bahwa pertumbuhan prospek memburuk dan bank harus menyuntikkan lebih banyak stimulus moneter.

0 Comments:

Posting Komentar

Kalender Ekonomi